Erupsi Gunung Merapi masih menjadi ancaman warga di sekitar lereng. Tak hanya gumpalan awan panas yang mematikan, tapi juga abu vulkanik yang sangat berbahaya bagi kesehatan.
Abu yang terbentuk selama letusan gunung berapi ini terdiri dari fragmen batuan halus, mineral, dan kaca dengan karakter keras, kasar, korosif dan tidak larut dalam air. Partikel abu sangat kecil sehingga mudah tertiup angin hingga ribuan kilometer.
Gangguan Pernapasan
Seperti dikutip dari laman volcanoes.usgs.gov, partikel mikroskopis abu vulkanik bisa dengan mudah terhirup ke dalam paru-paru dan menimbulkan masalah pernapasan. Itulah mengapa penting mengenakan masker penutup hidung dan mulut saat berada di lokasi hujan abu vulkanik.
Seseorang dengan bronkhitis, emfisema dan asma disarankan mengurangi aktivitas di luar ruang karena paparan abu vulkanik bisa memperparah gangguan kesehatan.
Iritasi Mata
Partikel abu vulkanik yang kasar umumnya membuat mata terasa tidak nyaman, bahkan memicu iritasi terutama mereka yang mengenakan lensa kontak. Sejumlah pakar menyarankan penggunaan kacamata biasa.
Selain itu, mereka yang tengah berada di lingkungan hujan abu vulkanik juga diminta tak sembarangan menggosok mata meski terasa sakit, gatal, dan merah. Gosokan tangan dikhawatirkan akan memicu goresan partikel abu di kornea.
Kasus terparah adalah terjadinya peradangan pada kantung conjuctival yang mengelilingi bola mata sehingga mata menjadi merah, terasa seperti terbakar dan sensitif terhadap cahaya.
Dikutip dari:
http://kosmo.vivanews.com/news/read/185259-bahaya-abu-vulkanik
Entri Populer
-
Kewirausahaan ( Entrepreneurship ) berasal dari bahasa Perancis: Perantara Kewirausahaan adalah proses penciptaan sesuatu yang berbeda nil...
-
From To Chart Chart adalah grafik atau diagram yang menampilkan data atau hubungan antar data kumpulan data yang ditampilkan dalam bentuk ...
-
A. Latar Belakang Penyakit minamata mendapat namanya dari kota Minamata, Prefektur Kumamoto di Jepang, yang merupakan daerah penyakit in...
-
Kewirausahaan pertama kali muncul pada abad 18 diawali dengan penemuan-penemuan baru seperti mesin uap, mesin pemintal, dll. Tuju...
-
Wirausaha selalu komitmen dalam melakukan tugasnya sampai berhasil. Ia tidak setengah-setengah dalam melakukan pekerjaannya. Ia berani menga...
-
Balancing adalah menyeimbangkan atau menyetarakan. Line Balancing adalah kegiatan menyeimbangkan kapasitas produksi sepanjang lini produksi....
-
APC ( Assembly Process Chart ) APC adalah suatu peta yang menggambarkan langkah dan proses perakitan yang akan dialami komponen, berikut ...
-
Dalam aspek keselamatan kerja, simbol-simbol keselamatan kerja merupakan langkah efektif untuk menginformasikan berbagai hal terkait dengan ...
-
Meskipun imbalan dalam berwirasuaha menggiurkan, namun ada juga biaya yang berhubungan dengan kepemilikan bisnis tersebut. Memulai dan mengo...
-
Di setiap perusahaan ataupun lingkungan kerja, lambang keselamatan kerja selalu dipasang secara jelas dan dapat dilihat oleh semua orang. P...
Kamis, 25 November 2010
Dilema Minum Kopi dan Bahaya Kopi
Meski minum kopi sungguh nikmat, namun minuman ini sering memunculkan berbagai dilema. Beberapa penelitian menunjukkan bahaya dari minum kopi. Bahkan pada jaman dahulu, di Timur Tengah, kopi sempat menjadi minuman yang haram karena sering menimbulkan efek negatif. Apa saja bahaya dari kopi yang nikmat ini?
Konsumsi kopi telah dikenal begitu luas dewasa ini, dan berbagai peringatan dari para ahli telah berulang kali diungkapkan selama bertahun-tahun terhadap banyaknya bahaya yang mengancam para peminum kopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para penggemar kopi harus mewaspadai bahaya yang bisa timbul dari kebiasaan minum kopi mereka. Bahaya tersebut antara lain penyakit jantung, diabetes dan bahkan beberapa jenis kanker. Meski demikian, banyak orang mengabaikan peringatan ini. Mengapa?
Selama beberapa tahun belakangan ini, para peneliti telah mempublikasikan hasil penelitian mereka mengenai akibat minum kopi. Namun kesimpulan yang dibuat para peneliti ini belum sampai ke kesimpulan yang meyakinkan. Mengapa? Karena biasanya para peneliti hanya meneliti bahaya dari kafein, salah satu dari 500 kandungan kimia alami dalam secangkir kopi. Jadi sebenarnya penelitian terhadap kopi memang masih belum final dan masih jauh lebih kompleks.
Kafein yang terkandung dalam kopi memiliki efek stimulan yang cukup berbahaya. Kafein dapat menyebabkan seseorang sulit tidur. Kafein juga menyebabkan seseorang sulit mengendalikan emosi serta sulit berkonsentrasi. Kafein juga diindikasikan bisa memicu kanker.
Sebuah penelitian di Belanda menunjukkan bahwa kopi dapat meningkatkan kolesterol hingga 10 persen. Khususnya jika kopi yang diminum tanpa disaring dan langsung dipanaskan. Kolesterol sendiri dikenal sebagai penyebab gangguan jantung. Seorang ahli nutrisi dari Inggris merekomendasikan untuk minum kopi yang segar dan bukan kopi yang sudah diolah, dipanaskan dan dididihkan selama beberapa waktu.
Bagi para penggemar kopi, para ahli menyarankan untuk minum kopi secara wajar. Hindari minum lebih dari enam cangkir kopi dalam sehari. Bagi mereka yang mengalami gangguan jantung, gangguan ginjal dan tekanan darah tinggi sebaiknya minum kopi cukup satu cangkir sehari. Untuk wanita hamil dan menyusui, sebaiknya juga minum tidak lebih dari secangkir kopi sehari. Kopi memang nikmat, namun kesehatan jauh lebih penting dibanding menikmati kopi secara berlebih.
Dikutip dari:
http://www.swaraunib.com/kesehatan/10-dilema-minum-kopi-dan-bahaya-kopi.html
Konsumsi kopi telah dikenal begitu luas dewasa ini, dan berbagai peringatan dari para ahli telah berulang kali diungkapkan selama bertahun-tahun terhadap banyaknya bahaya yang mengancam para peminum kopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para penggemar kopi harus mewaspadai bahaya yang bisa timbul dari kebiasaan minum kopi mereka. Bahaya tersebut antara lain penyakit jantung, diabetes dan bahkan beberapa jenis kanker. Meski demikian, banyak orang mengabaikan peringatan ini. Mengapa?
Selama beberapa tahun belakangan ini, para peneliti telah mempublikasikan hasil penelitian mereka mengenai akibat minum kopi. Namun kesimpulan yang dibuat para peneliti ini belum sampai ke kesimpulan yang meyakinkan. Mengapa? Karena biasanya para peneliti hanya meneliti bahaya dari kafein, salah satu dari 500 kandungan kimia alami dalam secangkir kopi. Jadi sebenarnya penelitian terhadap kopi memang masih belum final dan masih jauh lebih kompleks.
Kafein yang terkandung dalam kopi memiliki efek stimulan yang cukup berbahaya. Kafein dapat menyebabkan seseorang sulit tidur. Kafein juga menyebabkan seseorang sulit mengendalikan emosi serta sulit berkonsentrasi. Kafein juga diindikasikan bisa memicu kanker.
Sebuah penelitian di Belanda menunjukkan bahwa kopi dapat meningkatkan kolesterol hingga 10 persen. Khususnya jika kopi yang diminum tanpa disaring dan langsung dipanaskan. Kolesterol sendiri dikenal sebagai penyebab gangguan jantung. Seorang ahli nutrisi dari Inggris merekomendasikan untuk minum kopi yang segar dan bukan kopi yang sudah diolah, dipanaskan dan dididihkan selama beberapa waktu.
Bagi para penggemar kopi, para ahli menyarankan untuk minum kopi secara wajar. Hindari minum lebih dari enam cangkir kopi dalam sehari. Bagi mereka yang mengalami gangguan jantung, gangguan ginjal dan tekanan darah tinggi sebaiknya minum kopi cukup satu cangkir sehari. Untuk wanita hamil dan menyusui, sebaiknya juga minum tidak lebih dari secangkir kopi sehari. Kopi memang nikmat, namun kesehatan jauh lebih penting dibanding menikmati kopi secara berlebih.
Dikutip dari:
http://www.swaraunib.com/kesehatan/10-dilema-minum-kopi-dan-bahaya-kopi.html
Rokok Elektrik Lebih Bahaya dari Rokok Biasa?
Anggapan orang yang selama ini menyatakan rokok elektrik lebih sehat daripada rokok biasa ternyata salah. Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan RI Kustantinah menjelaskan, rokok elektrik sama berbahayanya dengan rokok yang dibakar biasa.
Kandungan propilen glikol, dieter glikol dan gliserin sebagai pelarut nikotin ternyata dapat menyebabkan penyakit kanker.
"Mungkin orang beranggapan rokok elektrik hanya mengandung nikotin, dan kalau rokok biasa ada bahan-bahan lainnya," kata Kepala BPOM RI Kustantinah di Jakarta, Jumat, 13 Agustus 2010.
Kustantinah menjelaskan dalam rokok elektrik terdapat nikotin cair dengan bahan pelarut propilen glikol, dieter glikol ataupun gliserin. Jika nikotin dan bahan pelarut ini dipanaskan maka akan menghasilkan nitrosamine. "Senyawa nitrosamine inilah yang menyebabkan penyakit kanker."
Kustantinah menambahkan, semua rokok elektrik yang beredar di Indonesia adalah ilegal dan berbahaya bagi kesehatan. Di seluruh dunia, ia juga mengungkapkan, tidak ada negara satupun yang menyetujui rokok elektrik. Bahkan di beberapa negara seperti Australia, Brazil dan China rokok
elektrik dilarang.
"Padahal negara China yang menemukan rokok elektrik pada 2003. Namun, pemerintah China sudah melarang peredarannya," katanya menjelaskan.
Untuk itulah BPOM bersama Kementrian Kesehatan, Kementrian Industri dan Kementrian Perdagangan akan mengkaji lebih dalam tentang rokok elektrik. "Rokok elektrik tidak akan pernah didaftarkan, disetujui dan akan dilarang di Indonesia," ujarnya.
Dikutip dari:
http://kosmo.vivanews.com/news/read/170964-rokok-elektrik-lebih-bahaya-dari-rokok-biasa-
Kandungan propilen glikol, dieter glikol dan gliserin sebagai pelarut nikotin ternyata dapat menyebabkan penyakit kanker.
"Mungkin orang beranggapan rokok elektrik hanya mengandung nikotin, dan kalau rokok biasa ada bahan-bahan lainnya," kata Kepala BPOM RI Kustantinah di Jakarta, Jumat, 13 Agustus 2010.
Kustantinah menjelaskan dalam rokok elektrik terdapat nikotin cair dengan bahan pelarut propilen glikol, dieter glikol ataupun gliserin. Jika nikotin dan bahan pelarut ini dipanaskan maka akan menghasilkan nitrosamine. "Senyawa nitrosamine inilah yang menyebabkan penyakit kanker."
Kustantinah menambahkan, semua rokok elektrik yang beredar di Indonesia adalah ilegal dan berbahaya bagi kesehatan. Di seluruh dunia, ia juga mengungkapkan, tidak ada negara satupun yang menyetujui rokok elektrik. Bahkan di beberapa negara seperti Australia, Brazil dan China rokok
elektrik dilarang.
"Padahal negara China yang menemukan rokok elektrik pada 2003. Namun, pemerintah China sudah melarang peredarannya," katanya menjelaskan.
Untuk itulah BPOM bersama Kementrian Kesehatan, Kementrian Industri dan Kementrian Perdagangan akan mengkaji lebih dalam tentang rokok elektrik. "Rokok elektrik tidak akan pernah didaftarkan, disetujui dan akan dilarang di Indonesia," ujarnya.
Dikutip dari:
http://kosmo.vivanews.com/news/read/170964-rokok-elektrik-lebih-bahaya-dari-rokok-biasa-
FTC dan TSP
From To Chart
Chart adalah grafik atau diagram yang menampilkan data atau hubungan antar data kumpulan data yang ditampilkan dalam bentuk gambar.
Merupakan gambaran tentang berapa total ongkos material handling (OMH) dari suatu bagian aktivitas menuju aktivitas lainnya dalam suatu pabrik.
From To Chart (FTC) merupakan penggambaran tentang berapa total OMH dari suatu bagian aktivitas dalam pabrik menuju aktivitas dalam pabrik lainnya, sehingga dari peta ini dapat dilihat total OMH secara keseluruhan mulai dari gudang baahn baku (receiving) menuju fabrikasi, assembling sampai terakhir menuju gudang barang jadi (shipping).
FTC biasanya berguna apabila barang yang mengalir pada suatu wilayah berjumlah banyak, seperti pada bengkel, kantor atau fasilitas lainnya. Hal ini berguna jika terjadi keterkaitan antara beberapa kegiatan dan jika diinginkan adanya penyusunan kegiatan yang optimum.
FTC secara umum mempunyai beberapa keuntungan dan kegunaan dalam hal-hal menganalisa perpindahan bahan, perencanaan pola aliran, mengukur efisiensi pola aliran, menunjukan ketergantungan suatu aktivitas dengan aktivitas lainnya, merencanakan hubungan antara sejumlah produk, bagian, item, menggambarkan jumlah hubungan antara aktifitas dan pergerakan diantaranya, memperpendek jarak perjalanan dalam suatu proses.
FTC inflow adalah suatu koefisien atas ongkos pada flowchart, dilihat dari ongkos yang masuk dari suatu mesin. FTC outflow adalah suatu koefisien atas ongkos pada flowchart dilihat dari ongkos yang keluar dari suatu mesin.
Keunggulan dan keuntungan FTC adalah :
v Menganalisa perpindahan bahan
v Perencanaan pola aliran
v Mengukur efisiensi pola aliran
v Menunjukkan ketergantungan suatu aktifitas dengan aktifitas lainnya
v Merencanakan hubungan antara sejumlah produk bagian, item dan lainnya
v Menggambarkan sejumlah hubungan antara aktifitas dan proses pergerakan diantaranya
v Memperpendek jarak perjalanan dalam suatu proses
Dalam perhitungan From To Chart (FTC) ada dua jenis perhitungan didalamnya yaitu:
- In-Flow adalah suatu koefisien atas ongkos pada flowchart, dilihat dari ongkos yang masuk dari suatu mesin.
- Out-Flow adalah suatu koefisien atas ongkos pada flowchart, dilihat dari ongkos yang keluar dari suatu mesin.
Tabel Skala Prioritas (TSP)
Tabel Skala Prioritas (TSP) adalah suatu tabel yang menggambarkan urutan prioritas antara departemen/mesin dalam suatu lintas/lay out produksi. Tujuan pembuatan TSP adalah :
1. Meminimumkan ongkos
2. Memperkecil jarak handling
3. Mengoptimalkan lay out
Line Balancing
Balancing adalah menyeimbangkan atau menyetarakan. Line Balancing adalah kegiatan menyeimbangkan kapasitas produksi sepanjang lini produksi. Line Balancing adalah mengetahui jumlah stasiun kerja yang diperlukan untuk memproduksi suatu produk yang telah ditentukan agar mencapai suatu keseimbangan dalam suatu lintasan.
Line Balancing merupakan proses penyeimbangan beban antar stasiun kerja dengan tujuan minimasi jumlah stasiun kerja dan minimasi waktu menganggur dan tiap stasiun kerja pada tingkat keluaran tertentu.
Line balancing atau keseimbangan lini adalah permasalahan pemberian pekerjaan kepada stasiun kerja sehingga pembagian pekerjaan merata (seimbang) dengan mempertimbangkan beberapa batasan (Sly, 2007).
Pengertian lain yaitu sekelompok orang atau mesin yang melakukan tugas-tugas sekuensial dalam merakit suatu produk yang diberikan kepada masing-masing sumber daya secara seimbang dalam setiap lintasan produksi sehingga dicapai efisiensi kerja yang tinggi di setiap stasiun kerja (Gasperz, 2001).
Suatu penugasan sejumlah pekerjaan ke dalam stasiun kerja yang saling berkaitan dalam satu lintasan atau lini produksi sehingga stasiun kerja memiliki waktu yang tidak melebihi waktu siklus dan stasiun kerja tersebut (Handoko, 1997).
Line balancing merupakan metode untuk memecahkan masalah penentuan jumlah orang dan mesin beserta tugas-tugas yang diberikan dalam suatu lintasan produksi (Baroto, 2002).
Tujuan dari penyeimbangan lintasan adalah memaksimalkan kecepatan ditiap stasiun kerja sehingga dicapai efisiensi kerja yang tinggi disetiap stasiun kerja (Kusuma, 1999).
Terdapat 10 langkah pemecahan masalah line balancing. Kesepuluh langkah pemecahan masalah line balancing adalah sebagai berikut.
1. Mengidentifikasi tugas-tugas individual atau aktivitas yang akan dilakukan.
2. Menentukan waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan setiap tugas itu.
3. Menetapkan precedence constraints, jika ada yang berkaitan dengan setiap tugas.
4. Menentukan output dari assembly line yang dibutuhkan.
5. Menentukan waktu total yang tersedia untuk memproduksi output.
6. Menghitung cycle time yang dibutuhkan, misalnya waktu diantara penyelesaian produk yang dibutuhkan untuk penyelesaian output yang diinginkan dalam batas toleransi dari waktu (batas waktu yang diizinkan).
7. Memberikan tugas-tugas pada pekerja dan/ atau mesin.
8. Menetapkan minimum banyaknya stasiun kerja (work stations) yang dibutuhkan untuk memproduksi output yang diinginkan.
9. Menilai efektivitas dan efisiensi dari solusi.
Mencari terobosan-terobosan untuk untuk perbaikan proses terus-menerus (continuous process improvement ).[
Masukan yang diperlukan untuk merencanakan keseimbangan lintas perakitan (Kusuma, 1999):
1. Suatu jaringan yang menggambarkan urutan perakitan.
2. Data waktu baku pekerjaan tiap operasi, yang diturunkan dari perhitungan waktu baku operasi perakitan.
3. Kecepatan lintasan yang diinginkan (waktu siklus).
Beberapa metode heuristik penyeimbangan lintasan:
1. Metode Bobot Posisi
2. Metode Killbridge Wester
3. Metode Wilayah
4. Metode Pembebanan Berurut
Berbagai pendekatan heuristik untuk mengatasi permasalahan keseimbangan lini telah dikembangkan, beberapa diantaranya adalah Ranked Positional Weight dan Killbridge Wester. Kedua metode ini sangat baik dalam hal pemecahan masalah dengan banyak tugas dan stasiun kerja (Nahmias, 2005) dan berdasarkan hasil pengujian, metode Ranked Positional Weight mempunyai kelebihan dalam hal performansi dan kecepatan eksekusi dibandingkan dengan metode Killbridge Wester (Perwitasari, 2008). Metoda lain yang dapat digunakan adalah:
1. Metode analitik atau matematis
Metode penggambaran dunia nyata melalui simbol-simbol matematis berupa persamaan dan pertidaksamaan.
2. Metode simulasi
Metode simulasi merupakan metode yang meniru tingkah laku sistem dengan mempelajari interaksi komponen-komponennya karena tidak memerlukan fungsi-fungsi matematis secara eksplisit untuk merelasikan variabel-variabel sistem, maka model-model simulasi ini dapat digunakan untuk memecahkan sistem kompleks yang tidak dapat diselesaikan secara matematis. Metode-metode simulasi yang digunakan untuk pemecahan masalah line balancing, yaitu:
a. CALB (Computer Assembly Line Balancing or Computer Aided Line Balancing)
b. ALPACA (Assembly Line Balancing and Control Activity)
c. COMSAL (Computer Method or Saumming Operation for Assemble)
Rabu, 20 Oktober 2010
Pengetahuan Bahan
Percobaan uji kekerasan
Percobaan kekerasan (Hardness Test) yang akan dilakukan adalah percobaan kekerasan dengan cara mekanis statis (bukan mekanis dinamis) dan itu meliputi cara-cara Rockwell, Brinell dan Vickers.
Ketiga cara tersebut diatas didasarkan pada cara penekanannya(indentation) suatu benda yang tidak terdeformasi kedalam permukaan logam yang diuji (specimen) kekerasannya, sehingga akan terjadi suatu bekas penekanan(lekukan) yang kemudian dijadikan dasar untuk penilaian kekerasannya, penekanan dilakukan sampai lekukan yang bersifat tetap. Logam yang akan diuji akan lebih keras bila bekas yag terjadi lebih kecil.
Cara Uji Kekerasan Rockwell
Cara Rockwell ini juga didasarkan kepada penekanan sebuah indentor dengan suatu gaya tekan tertentu kepermukaan yang rata dan bersih dari suatu logam yang diuji kekerasannya. Setelah gaya tekan dikembalikan ke gaya minor maka yang dijadikan dasar perhitungan untuk nilai kekerasan Rockwell bukanlah hasil pengukuran diameter ataupun diagonal bekas lekukan tetapi justru”dalamnya bekas lekukan yang terjadi itu. Inilah kelainan cara Rockwell dibandingkan dengan cara pengujian kekerasan lainnya.
Pengujian Rockwell yang umunya biasa dipakai ada ke jenis yaitu HRA, HRB, dan HRC. HR itu sendiri merupakan suatu singkatan dari kekerasan Rockwell atau Rockwell Hardness Number dan kadang-kadang disingkat dengan huruf R saja.
Perincian selanjutnya dapat dilihat pada mata kuliah Metalurgi Fisik ataupun ilmu-ilmu material lainnya. Pada praktikum ini yang akan dilakukan adalah mengetahui bagaimana cara mendapatkan nilai kekerasan dari suatu logam melalui uji kekerasan HRB dan HRC. Untuk mendapatkan nilai HRB harus menggunakan sebuah indentor berupa bola baja yang disepuh dengan ukuran Ø 1/16” dan ini digunakan untuk jenis logam yang tidak mendapatkan perlakuan pengerasan sebelumnya (sepuh) dan untuk semua jenis non-ferrous dalam kondisi padat. Sedangkan untuk mendapatkan nilai HRc digunakan sebuah indentor berupa kerucut diamond yang memiliki sudut puncak 120° yang ujungnya dibundarkan dengan jari-jari 0,2 mm dan dipakai untuk menentukan kekerasan serta jenis-jenis logam lainnya yang keras. Kerucut diamond biasanya disebut juga “brale”.
Bahan-bahan atau perlengkapan yang dipakai untuk pengujian kekerasan Rockwell adalah sebagai berikut :
1. Mesin Pengujian kekerasan Rockwell
2. Indentor (penetrator) berupa bola baja berukuran Ø 1/16” dan kerucut diamond 120°
3. Mesin gerinda
4. Ampelas kasar dan halus
5. Benda uji (Test Specimen)
Cara Uji Kekerasan Brinell
Cara Uji Brinell dilakukan dengan penekanan sebuah bola baja yang terbuat dari baja Chrom yang telah dikeraskan dengan diameter tertentu, oleh suatu gaya tekan secara statis ke dalam permukaan logam yang diuji tanpa sentakan . permukaan logam yang harus diuji harus rata dan bersih. Setelah gaya tekan ditiadakan dan bola baja dikeluarkan dari bekas lekukan, maka diameter paling atas dari lekukan tadi diukur secara teliti untuk kemudian dipakai untuk penentuan kekerasan logam yang diuji dengan menggunakan rumus:
BHN = 2P
π [(D - √ ( D² - d² )]
Dimana :
P = Beban yang diberikan ( KP atau Kgf )
D = Diameter indentor yang digunakan
d = Diameter bekas lekukan
Kekerasan ini disebut kekerasan brinell yang biasa disingkat dengan HB atau BHN (Brinell Hardness Number). Bertambah keras logam yang diuji bertambah tinggi nilai HB.
Bahan-bahan atau perlengkapan yang digunakan untuk uji kekerasan Brinell adalah sebagai berikut :
1. Mesin Uji kekerasan Brinell
2. Bola baja untuk Brinell (Brinell Ball)
3. Mikroskop pengukur
4. Stop Wacth
5. Mesin gerinda
6. Ampelas kasar dan halus
7. Benda Uji (Test Specimen)
a. Mesin Percobaan Kekerasan Brinell
Mesin Uji Kekerasan Brinell (Brinell Hardness Test) harus dipelajari terlebih dahulu oleh masing-masing praktikan dan bila perlu mencatat hal-hal yang kiranya nanti diperlukan bagi pembuat laporan, misalnya sebagai berikut :
1. Merek tipe, nomor seri, tahun pembuatan dan kemampuan mesin secara keseluruhan.
2. Bagian-bagian utama dari mesin
3. Gambar sketse mesin secara keseluruhan
4. Cara-cara pemakaian mesin
Bila kita memakai bola baja untuk uji Brinell, biasanya yang terbuat dari baja Chrom yang telah disepuh atau ada juga Cementite Carbide, bola Brinell ini tidak boleh berdeformasi sama sekali disaat proses penekanan kepermukaan logam uji. Standar dari bola Brinell yaitu mempunyai Ø 10 mm atau 0,3937 in, dengan penyimpangan maksimal 0,005 mm atau 0,0002 in. Selain yang telah distandarkan seperti diatas terdapat juga bola-bola Brinell dengan diameter lebih kecil(Ø 5 mm, Ø 2.5 mm, Ø 2 mm, Ø 1 mm, Ø 0,65 mm) yang juga mempunyai toleransi-toleransi tersendiri. Misalnya untuk diameter 1 s/d 3 mm adalah lebih kurang 0,0035 mm, antara 3 s/d 6 adalah 0,0004 mm dan antara 6 s/d 10 mm. Karena penggunaannya tergantung pada gaya tekan (P) dan jenis logam yang diuji, maka praktikan harus dapat memilih diameter bola yang paling sesuai.
Sistem Produksi
APC (Assembly Process Chart)
APC adalah suatu peta yang menggambarkan langkah dan proses perakitan yang akan dialami komponen, berikut pemeriksaannya (inspeksi) dari awal sampai produk jadi selesai. Manfaat pembuatan APC adalah :
a. Untuk menentukan kebutuhan operator
b. Untuk mengetahui kebutuhan tiap komponen
c. Alat untuk menentukan tata letak fasilitas
d. Alat untuk melakukan perbaikan cara kerja
e. Alat untuk latihan kerja
Struktur Produk
Struktur produk berisi informasi material, komponen, sub assembly yang diperlukan untuk membuat produk jadi. Struktur ini menggambarkan langkah-langkah dalam memproduksi barang jadi dari mulai bahan mentah menjadi komponen, lalu sub assembling, dan kemudian menjadi produk jadi.
BOM (Bill Of Material)
Struktur produk didefinisikan sebagai cara komponen-komponen itu bergabung ke dalam suatu produk salama proses manufakturing, atau Bill of Material dapat didefinisikan adalah daftar list dari bahan, material atau komponen yang dibutuhkan untuk dirakit, dicampur atau membuat produk akhir, dengan jaringan yang menggambarkan hubungan dari induk hingga komponen. Struktur produk (BOM) merupakan sebagai dasar yang dibutuhkan sebagai input dalam perencanaan dan pengendalian aktivitas produksi yang memiliki ketelitiannya sangat krusial/penting sekali. (Vincent Gaspersz,1998).
BOM untuk tiap-tiap jenis produk perakitan diperlukan untuk memberikan kepada pabrik kebutuhan dan material tertentu. Jenis-jenis BOM :
1. Phantom Bill
Phantom Bill merupakan salah satu tipe BOM yang digunakan untuk berbagai fasilitas yang dibutuhkan pada waktu yang sama. Phantom Bill disebut juga transien. Didalam Phantom Bill tidak perlu menulis rencana permintaan sub assembling transien juga kode. Phantom Bill digunakan dalam perakitan yang lebih besar dan bukan merupakan stock.
2. Modular Bill
Modular Bill merupakan salah satu sub assembly dan bagian-bagian adalah kelompok dalam persetujuan untuk pilihan produk atau hubungan konfigurasi dari produk dari setiap grup disebut modul.
3. Planning Bill
Dapat digunakan dalam merencanakan fasilitas perencanaan produk agregat untuk produk keluarnya dan menggambarkan item. Dapat juga digunakan untuk merencanakan beban pada sumber daya manufactur.
Penggunaan Bill Of Material secara umum digunakan oleh berbagai macam bidang yang diantaranya yaitu :
a. Engineering
Dalam bidang engineering penggunaan BOM dibuat sebagai bagian dari perencanaan proses produksi dan juga digunakan untuk menentukan item-item mana saja yang harus di beli atau dibuat sendiri.
b. Production Planning Control (PPC)
Pada production planning control penggunaan struktur produk digunakan untuk dilakukan penggabungan dengan master production schedule (MPS) yang digunakan untuk menentukan item-item dalam daftar pembelian dan order produksi yang harus dilepas.
c. Accounting
Sedangkan dalam accounting struktur produk digunakan dalam menghitung biaya produk dan harga jual.
Setiap komponen harus memiliki identifikasi unik / khusus yang hanya mengidentifikasikan satu komponen yang disebut Part Number atau Item Number. Penentuan part Number dapat dilakukan dengan tiga (3) cara :
1. Random
Nomor yang digunakan hanya sebagai pengenal/identifier dan bukan sebagai penjelasan (descriptor) tidak menjelaskan lebih jauh mengenai suatu komponen.
2. Significant
Adalah nomor yang dapat juga menjelaskan informasi khusus mengenai item / komponen tertentu, seperti sumber material (source), bahan, bentuk dan deskripsi.
3. Semi Significant
Beberapa digit pertama menjelaskan mengenai komponen tersebut, sementara digit berikutnya berupa angka random.
Tipe level Bill of Material diklasifikasikan menjadi dua (2) level yaitu :
a. Single Level BOM
Menggambarkan hubungan sebuah induk dengan satu level komponen-komponen pembentuknya.
b. Multi Level BOM
Mengambarkan struktur produk yang lengkap dari level 0 (produk akhir) sampai level paling bawah.
Sedangkan tipe jenis dari Bill of Material ada dua (2) jenis diantaranya yaitu :
1. Explosion
a. Adalah BOM dengan urutan dimulai dari induk sampai komponen pada level paling bawah.
b. Adalah BOM yang menunjukkan komponen-komponen yang membentuk suatu induk dari level paling atas sampai level terbawah.
c. Single Level Explosion sama dengan Single Level BOM.
d. Indented BOM Explosion adalah Multilevel BOM yang dilengkapi informasi level setiap komponen.
e. Summarized Explosion adalah Multilevel BOM yang dilengkapi jumlah total setiap komponen yang dibutuhkan.
2. Implosion
a. Adalah BOM yang menunjukan urutan komponen – induk.
b. Untuk mengetahui suatu Part Number menjadi komponen dari induk yang mana saja (kebalikan dari proses Explosion).
c. Digunakan oleh engineer untuk melihat pengaruh perubahan rancangan komponen terhadap induk-induknya.
Langganan:
Postingan (Atom)